Migrasi ke open source

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Adalah wajar jika dunia saat ini mulai melirik open source, bagaimana tidak sekarang banyak sekali application application dari open source yang di hadirkan baik untuk kebutuhan desktop maupun untuk server, Dulu sekali ketika saya mulai diperkenalkan dengan open source (Red Hat) saya sangat senang bisa oprek oprek bareng, bahkan ngooprek sampai malam dan sampai sekarang pun saya masih menggunakn distro Ubuntu untuk browsing, chatting dan lainnya yang berhubungan dengan dunia maya terkecuali untuk urusan kantor masih tetap memakai Microsoft.

Tak kenal maka tak sayang, mungkin itulah pepatah yang tepat dlam merealisasikan open source di kegiatan/kebutuhan sehari hari kita dalam menggunakan computer. Ada banyak aplikasi perkantoran, games, internet yang di sajikan disini, seperti gnucash, thunderbird, firefox, Gcompris dan masih banyak lagi yg tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Di dunia open source atau Linux khususnya banyak terdapat varian varian atau yang lebih dikenal dengan nama Distro,seperti ubuntu, fedora, opensuse, debian dan masih banyak lagi (bisa dilihat di http://distrowatch.com) semua distro tersebut menggunakan Kernel yang sama, nah apa perbedaannya dari distro distro tersebut? Yang membedakan salah satunya dari system pemaketannya.

Sampai saat inipun saya masih menggnakan distro ubuntu di laptop saya walaupun masih dual boot tapi untuk kebutuhan browsing masih dominan menggunakan ubuntu, untuk keperluan server local, ngoprek dummy blog semua masih menggunakan apache dan mysql bawaan dari ubuntu, dan yang sekarang menjadi oprekan saya yaitu membuat image ubuntu di laptop saya dengan menggunakan reconstructor agar ketika terjadi rusak harddisk atau format harddisk kita tinggal 1 kali install maka program program lama yang sudah saya install langsung ada :x

Nah ini yang terpenting bagi saya, untuk urusan desktop saya sering kali meng custom tampilan si ubuntu, mulai dari theme bawaanya yang natural sampai theme dengan nuansa MacOSX yang sampai saat ini masih bertahan di laptop saya :D memang tidak bisa saya pungkiri kalau theme MacOSX ini paling saya sukai dari mulai dock applet, global menu, dan theme untuk folder folder yang kesemuanya itu menyejukan mata dikala berjam jam di depan monitor, oh ya jangan lupa untuk meng aktifkan 3D nya opensource yaitu compiz agar penampilannya tambah jreng seperti desktop yang meliuk liuk, bisa transparan atau ada hujan salju ataupun effect cube nya dan masih banyak lagi dech kelebihan yang lainnya, tapi ada tapinya untuk compiz sejauh ini hanya beberapa vendor VGA saja yang bisa running smooth dan juga membutuhkan memory yang tidak sedikit :( , untuk sample compiz bisa melihat video dibawah ini yang mana saya buat dengan menggunakan aplikasi recordmy desktop.

Untuk memutar lagu/film atau yang berhubungan dengan multimedia di open source juga terdapat banyak aplikasinya seperti amarok, rhythmbox, mplayer, VLC, audacity dll. Jadi bagi Anda yang ingin atau baru mengenal open source jangan merasa ragu silahkan dicoba, nanti Anda akan merasakan perbedaannya dan sedikit saran dari saya ikuti perkembangan open source ini dengan berlanggaan milis atau forum open source sehingga jika kita menemui masalah kita bisa bertanya.

Sekali lagi Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Maju terus Indonesiaku!!!

Popularity: 54% [?]

Related Post


Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Print
  • Slashdot
  • Technorati
  • PDF
  • StumbleUpon

74 Responses to “Migrasi ke open source

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- icon lainnya »

CommentLuv Enabled

1,355 views